Selasa, 9 Julai 2013

The Story of Cisarua


Diawal juni kemarin menjadi pengalaman yang sangat berkesan untuk saya dan teman-teman gerakan cinta aanak tani. Pagi itu, kami bersiap untuk pergi kerumah teman kami termasuk sebagai peneriman manfaat GCAT juga yaitu ojah. Sebelumnya rencana untuk mengunjungi rumah ojah sudah direncanakan bersama . Kami berkumpul jam 8, tetapi saya, puloh dan hedi sedikit telat hehe, kami kerumah ojah ditemani kak Yani yang imuuuuuuuuuuuut sipu.gifSetelah berkumpul semua ,kami berangkat dengan angkutan umum jurusan puraseda, sebenarnya kami tidak mau naik angkot itu karena tidak cukup tapi jika menunggu akan lama lagi dan rumah ojah itu jaraknya jauh , akhirnya kami sepakat untuk naik walaupun berdempetan seperti ikan cue yg hendak dijual  -_- Saya dan antik pun duduk didepan dekat  pak supir yg hendak bekerja, mengendarai mobil yang hendak berjalan brem brem breem *oke itu ngaco * laugh_01.gif yang lainnya duduk dibelakang yang mungkin sebenarnya tidak cukup .
                Oke mobil pun mulai jalan dengan dikemudikan seorang supir karena jika tidak ada supir, waspadalah bisa jadi itu mobil hantu -,- *ngaco lagi* . Saya sendiri sibuk dengan antik berbincang tentang apapun yang saya dan antik ingat, sesekali pak supirnya juga ikut nimbrung *so kenal, alibi mau kenalan* haha karena memang pak supirnya masih muda jadi lebih pantas dipanggil bang supir . Yang dibelakang saya tidak terlalu memperhatikan, mungkin mereka berpikir “bagaimana cisarua itu ? apakah ada kehidupan ? *ngaco lagi* -_-
                Karena perjalanan jauh, mungkin kita sibuk dengan pikiran masing-masing yang bercabang kemana-mana -,- Akhirnya kita telah dipenghunjung jalan Puraseda, kami pikir itu telah sampai nyatanya belum,  masih jauh. Oke kami melanjutkan perjalanan, harusnya untuk memasuki daerah Cisarua hanya dengan akses ojeg, namun karena kita ber-8 untuk naik ojeg sangat tidak mungkin, akhirnya kita merayu pak supir eh bang supir untuk mengantar kita sampai ketujuan. Awal memasuki wilayah Cisarua kami disuguhkan jalan bebatuan. Bang supir pun keliatan sedikit kesulitan menerjang rintangan jalan tersebut -,-  setelah lebih jauh memasuki  wilayah Cisarua alias alamat rumah ojah, hamparan hijau pun menyejukan hati, menyilaukan mata seakan mengucapkan ‘welcome to cisarua’ .  Sejauh mata memandang sejauh itu pula yang terlihat hanya hamparan padi nan hijau, perbukitan yang menjadi pelindung, sungai yang membelah ditengah-tengah persawahan, satu kata yang terlontar “Subhanallah” ini benar-benaar pemandangan seperti dalam lukisan, indah sekali J
                Setelah memanjakan mata akhirnya kami sampai, bukan sampai langsung dirumah ojah karena jalan kerumah ojah tidak cukup untuk mobil, akhirnya kami turun dan memutuskan untuk berjalan kaki saja . Setapak demi  setapak kami lalui, berbagai hal menarik dapat kita temukan disana mulai dari bu tani yg sedang menanam padi, sungguh pahlawan pangan dapat kita temui disini dengan mudah ;) lalau pak tani yang sedang menggiring kerbaunya agar berjalan dengan rutenya, lalu dari jauh terdengar suara seperti suara kaleng yang diadu-adukan, semakin dekat semakin keras dan terlihatlah bahwa itu namanya gulundung *kata ojah*, saya tidak tahu pasti bagaimana penggunaanya tapi katanya untuk menyaring hasil dari pertambangan emas.
                Dan setelah lewati lembah dan gunung akhirnya sampai lah kerumah ojah yang beralamatkan kp.Cisarua RT 05/06 Ds. Purasari Kec. Leuwiliang. Perlu diketahui rumah ojah sangat nyaman dan sejuk,  samping rumah ada hamaparan hijau padi lagi, depan rumah berdiri pohon mangga dan kolam ikan. Lebih nyamannya lagi diatas kolam ikan itu dibangun yang namanya saung .
Sesampainya disana tentu kita pun bersapa dengan ibu ojah tetapi ayah ojah tidak ada karena menjalankan kewajibannya sebagai seorang pahlawan pangan!. Kami disuguhi makanan khas sunda seperti jenar dan asoy.
                Tak lama bercanda gurau, kami segera menjalankan kewajiban kami sebagai pemuda/i Indonesia untuk terus menuntut ilmu. Didampingi kak Yani kami belajar persiapan untuk mengikuti tes SBMPTN agar masuk ke PTN yang kita idamkan, amiin. Mulai dari biologi, TPA, ekonomi dan Geografi kami santap itu semua laugh_01.gif
                Siang pun menjelang, dan memang waktunya untuk memberi  cacing diperut yang kian bernyanyi -,- Pengertiannya ibu ojah sudah menyiapakan hidangan makan siang dengan menu ikan goreng yg diambil langsung dari kolam depan rumah, tahu goreng, tumis bayam, dan tak lupa samabal . Sangat nikmat menikmati pemandangan hijau ditemani santapan pertanian pula apalgi makan bersama diatas saung *lengkaplah*wow.gif
                Tak terasa waktu cepat berlalu, sungguh terasa sebentar jika kita berada ditempat yang begitu nyaman dan indah, bisa merasakan benar-benar aura pertanian dikampung desa Cisarua . Kami harus segera pulang karena jarak pun menjadi kendala . Perjalanan pulang pun kami menikmatinya dengan suguhan alam yang tiada habisnya, tak dapat dipungkiri indahnya desa Cisarua ini . Besok, lusa atau nanti kami pasti mengunjungi Cisarua lagi , thanks for ojah family’s J

Tiada ulasan:

Catat Ulasan