Isnin, 27 Mei 2013

Sekilas GCAT & PASTA


Sekilas Tentang Gerakan Cinta Anak Tani (GCAT) dan PASTA (Pestival Anak Tani)
          
               GCAT merupakan wadah bagi mahasiswa yang peduli akan kondisi pertanian di Indonesia. GCAT diinisisasi oleh teman teman penerima beasiswa aktivis nusantara IPB pertama (tahun 2011). Awalnya, gerakan ini membuat beasiswa untuk siswa SMA. Pilot project di SMA 1 Cibungbulang Bogor. Sebanyak 8 anak petani menerima beasiswa 200 ribu per bulan selama 1 tahun yang dimulai Juli 2012 sampai Juni 2013. Mereka juga mendapatkan pengembangan diri dengan diskusi mengenai character building, tentang dunia pertanian, dan persiapan seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Tujuannya agar mereka dapat melanjutkan kuliah ke universitas negeri, termasuk IPB, karena kita menginginkan bila kelak nanti mereka pun memiliki ketertarikan menggeluti dunia  Pertanian. Dana beasiswa GCAT dicari dari donator baik institusi atau perseorangan (dosen, mahasiswa, wirausahawan di sekitar IPB). 

            Pada 30 November 2012, telah dilaksanakan PASTA pertama, dengan tema Memasyarakatkan dan Membumikan GCAT. Acara dihadiri oleh anak Penerima beasiswa, orang tua anak-anak, pihak Dompet Dhuafa, dengan pembicara Dr Arif Satria selaku Dekan Fakultas Ekologi Manusia. Tujuan kegiatan agar mengenalkan GCAT kepada mahasiswa umum. Maka, diadakan PASTA ke-2 untuk kembali mengenalkan kegiatan apa saja yang selama ini telah dilakukan GCAT dalam bentuk pameran foto. Berbicara Pertanian, tentu IPB harus berperan dan membuktikan langsung bahwa Indonesia mampu untuk kemandirian pangan.

            Tema dari PASTA ke-2 yaitu Membangun Kecintaan Remaja Terhadap Pertanian dengan Musik, karena musik adalah salah satu media yang tepat sesuai perkembangan zaman. Bentuk acara berupa Pameran dan Tampilan Musik Nagasara Sabukinten, yang menampilkan lirik-lirik lagu pertanian dan pembicara akan  memberikan statemen mengenai lirik yang terkandung. Dengan dilanjutkan diskusi oleh peserta yang hadir.



            Selanjutnya tema tersebut menghasilkan suatu gagasan, bahwa "Bertani Bukan Hanya Soal Hidup dan Mati, Tetapi Entitas Budaya dan Seni." Dengan kondisi fakta pertanian kekinian di Indonesia, miris rasanya hati ini kita sebagai civitas akademik IPB. Maka, kami melakukan apa yang bisa kami lakukan, salah satu dengan acara PASTA ke 2 ini.

oleh : Dafid Suki Kurniawan