Sekilas Tentang Gerakan Cinta Anak Tani (GCAT) dan PASTA
(Pestival Anak Tani)
GCAT merupakan wadah bagi mahasiswa
yang peduli akan kondisi pertanian di Indonesia. GCAT diinisisasi oleh teman
teman penerima beasiswa aktivis nusantara IPB pertama (tahun 2011). Awalnya,
gerakan ini membuat beasiswa untuk siswa SMA. Pilot project di SMA 1
Cibungbulang Bogor. Sebanyak 8 anak petani menerima beasiswa 200 ribu per bulan
selama 1 tahun yang dimulai Juli 2012 sampai Juni 2013. Mereka juga mendapatkan
pengembangan diri dengan diskusi mengenai character
building, tentang dunia pertanian, dan persiapan seleksi masuk perguruan
tinggi negeri. Tujuannya agar mereka dapat melanjutkan kuliah ke universitas
negeri, termasuk IPB, karena kita menginginkan bila kelak nanti mereka pun
memiliki ketertarikan menggeluti dunia Pertanian. Dana beasiswa GCAT dicari
dari donator baik institusi atau perseorangan (dosen, mahasiswa, wirausahawan di
sekitar IPB).
Pada 30 November 2012, telah
dilaksanakan PASTA pertama, dengan tema Memasyarakatkan dan Membumikan GCAT.
Acara dihadiri oleh anak Penerima beasiswa, orang tua anak-anak, pihak Dompet
Dhuafa, dengan pembicara Dr Arif Satria selaku Dekan Fakultas Ekologi Manusia.
Tujuan kegiatan agar mengenalkan GCAT kepada mahasiswa umum. Maka, diadakan
PASTA ke-2 untuk kembali mengenalkan kegiatan apa saja yang selama ini telah
dilakukan GCAT dalam bentuk pameran foto. Berbicara Pertanian, tentu IPB harus
berperan dan membuktikan langsung bahwa Indonesia mampu untuk kemandirian
pangan.
Tema dari PASTA ke-2 yaitu Membangun
Kecintaan Remaja Terhadap Pertanian dengan Musik, karena musik adalah salah
satu media yang tepat sesuai perkembangan zaman. Bentuk acara berupa Pameran
dan Tampilan Musik Nagasara Sabukinten, yang menampilkan lirik-lirik lagu
pertanian dan pembicara akan memberikan statemen mengenai lirik yang
terkandung. Dengan dilanjutkan diskusi oleh peserta yang hadir.
Selanjutnya tema tersebut
menghasilkan suatu gagasan, bahwa "Bertani Bukan Hanya Soal Hidup dan
Mati, Tetapi Entitas Budaya dan Seni." Dengan kondisi fakta pertanian
kekinian di Indonesia, miris rasanya hati ini kita sebagai civitas akademik
IPB. Maka, kami melakukan apa yang bisa kami lakukan, salah satu dengan acara
PASTA ke 2 ini.
oleh : Dafid Suki Kurniawan
